Bahenol
KARAKTER 1 = Image 1
KARAKTER 2 = Image 2
pakaian dan aksesoris karakter 1 dan karakter 2 sama seperti Poto referensi
Durasi: 10 detik
LOKASI: AREA TERBUKA DI TENGAH HUTAN — tanah lapang yang luas di tengah hutan lebat.
0–2 DETIK
KARAKTER 1 menyerang KARAKTER 2 dengan tendangan samping sambil melompat dengan sangat cepat ke arah tulang rusuk KARAKTER 2.
Tendangan mengenai sasaran.
Tubuh KARAKTER 2 terdorong bergeser ke samping, lalu KARAKTER 2 langsung berputar dan membalas dengan tendangan berputar ke sisi tubuh KARAKTER 1.
KARAKTER 1 memutar tubuh akibat benturan, mendarat, lalu langsung kembali memperpendek jarak untuk menyerang.
Kamera: sudut diagonal 3/4 yang bergerak mengikuti kedua petarung.
2–4 DETIK
KARAKTER 1 merendahkan tubuh dan melancarkan tendangan sapuan cepat ke paha KARAKTER 2.
Tanpa berhenti, KARAKTER 1 melanjutkan gerakan melalui putaran yang sama dan melancarkan tendangan tumit berputar ke tubuh bagian atas KARAKTER 2.
KARAKTER 2 langsung menerjang ke depan dan menghantamkan lutut sambil melompat ke arah torso KARAKTER 1.
KARAKTER 1 berputar mengikuti benturan dan langsung membalas dengan tendangan roundhouse sambil melompat ke dada KARAKTER 2.
Kamera: bergerak mengitari kedua petarung dari sisi samping.
4–6 DETIK
KARAKTER 2 langsung melangkah mendekati KARAKTER 1 dan melancarkan pukulan lurus.
KARAKTER 1 berada tepat di depan KARAKTER 2.
Tinju KARAKTER 2 mengenai dada KARAKTER 1.
Pada saat tinju KARAKTER 2 masih menekan dada KARAKTER 1, tubuh manusia KARAKTER 1 seketika berubah menjadi batang kayu pendek yang berdiri tegak, tepat di posisi yang sebelumnya ditempati tubuh KARAKTER 1.
Semburan asap kecil muncul mengelilingi KARAKTER 1 selama proses transformasi.
KARAKTER 2 menyelesaikan pukulannya dan mengenai batang kayu tersebut.
Batang kayu jatuh ke atas tanah lapang.
Mata KARAKTER 2 langsung membelalak.
KARAKTER 2 segera menoleh dan melihat ke belakang melewati bahunya.
Kamera: sudut diagonal dari samping yang memperlihatkan dengan jelas tinju KARAKTER 2 mengenai dada KARAKTER 1, KARAKTER 1 berubah menjadi batang kayu dalam kontak yang sama, kemudian kamera bergerak mengitari KARAKTER 2 saat ia bereaksi.
6–7 DETIK
KARAKTER 2 tetap berdiri.
Dada, pinggul, kaki, dan telapak kakinya menghadap lurus ke depan.
KARAKTER 1 kini berada tepat di belakang KARAKTER 2 dan menghadap ke arah yang sama.
KARAKTER 1 langsung menekuk kedua lutut dan menurunkan seluruh tubuhnya ke posisi jongkok yang sangat rendah.
Pinggul KARAKTER 1 turun sangat dekat dengan tanah.
KARAKTER 1 tetap berada tepat di belakang pinggul KARAKTER 2.
KARAKTER 1 mengangkat kedua tangan secara bersamaan di depan tubuhnya.
KARAKTER 1 membentuk sebuah jurus dengan kedua tangan yang dirapatkan erat.
Pada tangan kanan, jari telunjuk dan jari tengah diluruskan ke arah depan.
Pada tangan kiri, jari telunjuk dan jari tengah juga diluruskan ke depan sejajar dengan dua jari tangan kanan.
Keempat jari yang diluruskan tersebut menunjuk lurus ke depan secara bersamaan.
Jari-jari lainnya tetap terlipat dan menopang posisi tangan di belakang keempat jari tersebut.
KARAKTER 1 menurunkan ujung keempat jarinya hingga sejajar dengan bagian tengah bokong KARAKTER 2.
Kamera: sudut diagonal dari samping-belakang, memperlihatkan seluruh profil samping KARAKTER 1 yang sedang jongkok rendah di belakang KARAKTER 2.
7–8 DETIK
KARAKTER 2 merasakan kehadiran KARAKTER 1 di belakangnya.
KARAKTER 2 menoleh ke belakang melewati bahunya.
KARAKTER 2 melihat ke arah belakang dan ke bawah.
KARAKTER 2 melihat KARAKTER 1 sedang jongkok sangat rendah di belakangnya.
Ekspresi wajah KARAKTER 2 langsung berubah menjadi sangat terkejut.
KARAKTER 2 mulai memutar bahu dan tubuh bagian atasnya ke arah belakang.
Kedua kaki dan telapak kakinya tetap menghadap ke depan.
KARAKTER 1 tetap berada dalam posisi jongkok rendah di belakangnya.
Keempat ujung jari yang diluruskan tetap menunjuk lurus ke depan pada ketinggian yang sama dengan bokong KARAKTER 2.
Kamera: tetap menggunakan sudut diagonal samping-belakang yang sama.
8–9 DETIK
KARAKTER 2 terus berputar ke belakang dengan ekspresi terkejut, tetapi belum menyelesaikan putarannya.
KARAKTER 1 tetap berada dalam posisi jongkok sangat rendah.
KARAKTER 1 menarik kedua tangan yang dirapatkan sedikit ke belakang.
Keempat jari tetap lurus dan sejajar, menunjuk ke depan.
KARAKTER 1 berteriak:
"Jurus bujur bahenol"
Kamera: bergerak sedikit lebih dekat dari arah diagonal samping-belakang yang sama.
9–10 DETIK
KARAKTER 1 secara eksplosif mendorong tubuhnya ke depan dari posisi jongkok rendah.
Kedua kakinya menghentak dan mendorong tanah.
Pinggul dan torso KARAKTER 1 melesat ke depan.
Kedua tangan yang dirapatkan bergerak maju.
Keempat ujung jari menjadi bagian terdepan dari gerakan tersebut.
Ujung jari melakukan kontak dengan bagian tengah bokong KARAKTER 2. ) dengan ke dua tangan yang dirapatkan bergerak maju )
KARAKTER 2 langsung bereaksi dengan sentakan kaget yang menjalar ke seluruh tubuh.
KARAKTER 2 terpental meluncur ke atas dan ke depan melintasi area lapang.
Kamera: menangkap momen kontak dari sudut diagonal samping-belakang, lalu dengan cepat mengikuti KARAKTER 2 yang meluncur ke depan.
Audio: suara benturan pertarungan yang natural, suara langkah kaki, tanah yang berhamburan, efek asap singkat saat teknik pergantian tubuh, teriakan bahasa Indonesia KARAKTER 1, serta reaksi terkejut KARAKTER 2. Tanpa musik.
PERTARUNGAN BELA DIRI SANGAT CEPAT, PADAT, DAN INTENS.
Setiap serangan yang berhasil mengenai sasaran harus langsung tersambung menjadi gerakan serangan berikutnya tanpa jeda.