Cambuk Naga Geni Episode1
EPISODE 1 — "ANAK DARI DESA SEMPU"
Karakter Utama
Aji Pangestu
- Laki-laki, 8 tahun.
- Ceria, penasaran, pemberani.
- Sangat menyayangi kedua orang tuanya.
- Suka bermain di sawah dan hutan kecil di pinggir desa.
Arya Pangestu
- Ayah Aji.
- Petani sekaligus mantan prajurit Majapahit.
- Bijaksana, tenang, pekerja keras.
- Sangat mencintai keluarga dan desanya.
Sri Arum
- Ibu Aji.
- Lembut, penyayang, sabar.
- Menjadi tempat Aji bercerita dan mengadu.
NPC
Ki Jagabaya
- Kepala keamanan Desa Sempu.
Ki Tanu
- Sesepuh desa.
Raka
- Sahabat Aji.
Wira
- Sahabat Aji.
Nyi Laras
- Tetangga keluarga Aji.
Para Petani Desa Sempu
- Warga desa yang hidup damai.
Anak-anak Desa
- Teman bermain Aji.
SINOPSIS EPISODE 1
Di masa kejayaan Kerajaan Majapahit, berdirilah sebuah desa yang damai bernama Sempu di wilayah Kadipaten Kadiri.
Sawah terbentang luas sejauh mata memandang. Sungai mengalir jernih. Burung-burung bernyanyi setiap pagi. Penduduk hidup rukun dan bergotong royong.
Di desa inilah lahir seorang anak bernama Aji Pangestu.
Aji tumbuh dalam kasih sayang kedua orang tuanya, Arya Pangestu dan Sri Arum.
Setiap hari Aji bermain bersama teman-temannya, membantu orang tuanya di sawah, serta mendengar berbagai petuah kehidupan dari sang ayah.
Namun tanpa diketahui siapa pun, takdir besar sedang menunggu Aji.
Takdir yang suatu hari akan mengubah hidupnya, mengubah Desa Sempu, bahkan mengubah tanah Jawa.
Episode pertama berfokus pada kehidupan damai keluarga Aji serta hubungan hangat antara seorang anak dan kedua orang tuanya.
SCENE 1
PAGI DI DESA SEMPU
Matahari terbit.
Kabut tipis menyelimuti persawahan.
Petani mulai berjalan menuju sawah.
Ayam berkokok.
Anak-anak berlarian di jalan tanah.
Narator
"Pada masa kejayaan Majapahit, hiduplah masyarakat yang damai di sebuah desa bernama Sempu."
"Di desa kecil inilah kisah seorang anak bernama Aji Pangestu dimulai."
SCENE 2
RUMAH AJI
Sri Arum sedang menyiapkan sarapan.
Aji masih tertidur.
Arya masuk membawa kayu bakar.
Arya
"Aromanya sampai ke halaman, Arum."
Sri Arum
"Hari ini aku membuat nasi jagung kesukaan Aji."
Arya
"Tapi anak itu masih tidur?"
Sri Arum tertawa
"Kalau bermain sampai sore, begitulah jadinya."
SCENE 3
AJI BANGUN
Sri Arum masuk kamar.
Sri Arum
"Aji..."
"Aji bangun, Nak."
Aji
"Hmmm..."
"Lima hitungan lagi, Ibu..."
Sri Arum
"Kemarin juga begitu."
Aji membuka mata
"Ibu selalu menang."
Sri Arum tersenyum
"Karena Ibu tahu cara mengalahkan anak malas."
Mereka tertawa bersama.
SCENE 4
SARAPAN KELUARGA
Mereka makan bersama.
Arya
"Aji."
Aji
"Iya Ayah."
Arya
"Lelaki harus bangun lebih awal dari matahari."
Aji
"Kalau mataharinya bangun duluan?"
Arya tertawa
"Kalau begitu kau harus bangun sebelum ayam berkokok."
Aji
"Itu terlalu sulit."
Semua tertawa.
SCENE 5
BERJALAN MENUJU SAWAH
Arya mengajak Aji ke sawah.
Aji
"Ayah, kenapa Ayah selalu tersenyum saat bekerja?"
Arya
"Karena sawah ini memberi makan keluarga kita."
Aji
"Kalau panen gagal?"
Arya
"Kita bekerja lagi."
Aji
"Kalau gagal lagi?"
Arya
"Kita bangkit lagi."
Aji
"Kalau gagal terus?"
Arya tersenyum.
Arya
"Selama manusia tidak menyerah, ia belum gagal."
Aji terdiam mengingat kata-kata itu.
SCENE 6
BERMAIN DI PEMATANG SAWAH
Aji bertemu Raka dan Wira.
Mereka bermain perang-perangan.
Raka
"Aku prajurit Majapahit!"
Wira
"Aku panglima perang!"
Aji
"Kalau begitu aku raja!"
Raka
"Tidak bisa!"
Wira
"Yang paling kecil tidak boleh jadi raja!"
Mereka tertawa.
SCENE 7
PETUAH KI TANU
Ki Tanu melihat anak-anak bermain.
Ki Tanu
"Kalian ingin jadi apa saat dewasa?"
Raka
"Prajurit."
Wira
"Panglima."
Aji berpikir
"Aku ingin menjadi orang yang berguna."
Ki Tanu tersenyum bangga.
Ki Tanu
"Itu jawaban terbaik."
SCENE 8
SIANG DI SAWAH
Arya bekerja.
Aji membantu membawa air.
Arya
"Terima kasih, Nak."
Aji
"Aku kuat sekarang."
Arya
"Belum."
Aji
"Kenapa?"
Arya
"Karena orang kuat bukan yang ototnya besar."
Aji
"Lalu?"
Arya
"Yang mampu menjaga keluarganya."
SCENE 9
SENJA
Langit berubah jingga.
Aji dan Arya duduk di pematang sawah.
Aji
"Ayah..."
Arya
"Iya?"
Aji
"Ayah akan selalu ada untuk Aji?"
Arya menatap anaknya.
Arya
"Selama napas ini masih ada."
Aji
"Janji?"
Arya
"Janji."
SCENE 10
MALAM HARI
Keluarga makan malam.
Suasana hangat.
Sri Arum
"Bahagia itu sederhana."
Aji
"Seperti apa?"
Sri Arum
"Seperti makan bersama."
SCENE 11
CERITA SEBELUM TIDUR
Sri Arum menceritakan legenda naga api.
Sri Arum
"Dahulu ada naga penjaga gunung."
Aji
"Benarkah ada?"
Sri Arum
"Entahlah."
Aji
"Kalau bertemu naga, aku tidak takut."
Arya tertawa
"Nanti kalau bertemu kadal besar saja kau lari."
SCENE 12
MALAM DI LUAR RUMAH
Arya memandang langit.
Sri Arum datang.
Sri Arum
"Kau terlihat gelisah."
Arya
"Aku hanya memikirkan masa depan Aji."
Sri Arum
"Dia anak baik."
Arya
"Aku berharap takdir memperlakukannya dengan lembut."
SCENE 13
AJI MENDENGAR
Ternyata Aji mendengar dari balik pintu.
Ia tersenyum.
Aji
"Ayah dan Ibu sangat menyayangiku."
SCENE 14
PAGI BERIKUTNYA
Aji membantu ibunya.
Sri Arum
"Aji semakin besar."
Aji
"Nanti aku akan menjaga Ibu."
Sri Arum terharu
"Aku akan menunggu hari itu."
SCENE 15
PENUTUP EPISODE
Aji berdiri di tengah hamparan sawah.
Angin berhembus pelan.
Narator
"Aji Pangestu belum mengetahui siapa dirinya."
"Belum mengetahui takdir yang menunggunya."
"Namun perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil."
"Kisah Sang Pemilik Cambuk Naga Geni... baru saja dimulai."
TO BE CONTINUED — EPISODE 2